zulqaidah bulan damai
Khutbah Jumat
H
Hasbullah Ahmad
29 April 2026
3 menit baca
1 views
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ ...
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah.
Kita berada di bulan Dzulqa'dah. Satu dari empat bulan suci yang diagungkan dalam Islam. Bulan di mana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia, sebuah teguran lembut yang menggetarkan sanubari, "إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ" (At-Taubah: 36). "Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, menurut ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu sekalian dalam bulan yang empat itu."
Bulan Dzulqa'dah ini, hadirin sekalian, tergolong dalam bulan-bulan haram tersebut. Bulan yang seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk merenung, untuk meluruhkan segala kekerasan hati, dan mengukuhkan damai di dalam diri, serta menebar kedamaian di lingkungan sekitar. Alangkah indahnya jika setiap momen yang Allah berikan kepada kita menjadi sarana untuk mendekat kepada-Nya. Namun, seringkali kita terbuai oleh hiruk-pikuk dunia, terlena oleh gemerlap fatamorgana kehidupan, hingga melupakan hakikat keberadaan kita di alam semesta ini.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Di bulan yang penuh kesucian ini, marilah kita tengok hati kita. Apakah hati ini telah berdamai dengan Sang Pencipta? Apakah hati ini telah diliputi oleh rasa syukur atas segala nikmat yang tak terhingga? Atau justru hati ini dipenuhi oleh keserakahan yang tak terpuaskan, dendam yang membara, dan kesombongan yang membutakan? Ingatlah firman Allah yang mengingatkan kita, "أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ" (Al-Hadid: 16). "Belum sampaikah waktu bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengena zikir (pengajaran) Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (Al-Qur'an)?"
Bayangkan, hadirin, sejenak. Betapa luas luasnya rahmat Allah yang membentang, selembut sutra pelukan-Nya yang tak pernah putus. Namun, seringkali kita berlari menjauh dari rahmat itu, tenggelam dalam lautan dosa yang pekat. Setiap detik yang berlalu tanpa zikir, tanpa syukur, tanpa taubat, adalah sebuah kerugian yang tiada tara. Adakah yang lebih rugi daripada seorang hamba yang dikaruniai usia, tetapi tidak menggunakannya untuk berbakti kepada Tuhannya, sementara hisab amalnya terus berjalan di hadapan-Nya?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Bulan Dzulqa'dah adalah sebuah undangan. Undangan untuk menata kembali langkah, merapikan barisan, dan memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan. Marilah kita gunakan bulan ini untuk melembutkan hati yang keras, melunakkan jiwa yang kering, dan menghidupkan kembali percikan cinta kepada Allah. Tatkala kita merenungi alam semesta yang diciptakan-Nya dengan begitu sempurna, bukankah itu tanda kebesaran dan keindahan-Nya yang tak terbandingkan? Bukankah seharusnya hati kita berdesir rindu untuk kembali kepada-Nya?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس. وَمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ." (HR. Tirmidzi). "Segala sesuatu memiliki hati. Dan hati Al-Qur'an adalah Surat Yaasin. Barangsiapa membaca Surat Yaasin, maka ditulis baginya pahala membaca Al-Qur'an sepuluh kali." Ini adalah pengingat betapa pentingnya merawat hati. Hati yang bersih adalah cerminan dari kedekatan kita kepada Allah. Hati yang senantiasa berdzikir dan merenungi ayat-ayat-Nya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Di hadapan keagungan bulan Dzulqa'dah ini, marilah kita bersihkan diri dari segala noda dan dosa. Mari kita membuka lembaran baru kehidupan dengan niat yang tulus untuk berhijrah menuju ketaatan. Keindahan dunia ini fana, kesenangan yang sesaat akan sirna. Hanya amalan yang kita kerjakan karena Allah-lah yang akan kekal abadi. Adakah yang kita harapkan selain rahmat dan ridha-Nya? Adakah yang kita takuti selain murka dan siksa-Nya?
Ingatlah, setiap napas yang kita hirup adalah anugerah. Setiap detik yang kita lalui adalah kesempatan. Jangan sampai kesempatan itu terlewatkan begitu saja dalam kelalaian dan kemaksiatan. Di bulan yang penuh kedamaian ini, mari kita jadikan diri kita pribadi yang berdamai dengan Allah, berdamai dengan sesama, dan berdamai dengan diri sendiri.
Bertaubatlah sebelum terlambat. Kembalilah kepada Allah sebelum ajal menjemput. Sesungguhnya rahmat Allah selalu terbuka bagi hamba-Nya yang menyesal. Marilah kita bermunajat, semoga hati kita senantiasa terbingkai dalam ketakwaan, terukir dalam cinta, dan tercurah dalam kerinduan kepada-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.